Cerita Pondok Pesantren

Cerita Pondok Pesantren
Pondok Pesantren

Pada kesempatan kali ini saya akan berbagi informasi tentang kehidupan pondok pesantren yang gokil..
Kenapa bisa gokil?
Yuk ikuti..
Saya masuk pondok pesantren pada umur 12 tahun, tepat nya setelah Sekolah Dasar (SD), yang uniknya saya begitu semangat untuk belajar di sana. Mungkin akibat abg sepupu saya yg pernah menchallage atau menguji hafalan surah, dan sama sekali saya tidak bisa.
Singkat cerita setelah lama di pondok pesantren itu, ada yang aneh rekan-rekan semua, apa itu?
.

Ternyata menghafal adalah kebutuhan setiap hari. Saya kira seperti makanan. Pokoknya ada saja yang harus diingat setiap pelajaran. saking banyaknya
 pelajaran orang-orang di sekitar banyak yang punya cara menghafal masing-masing. Saya lihat ada yg menghafal duduk, ada yang menghafal berdiri, ada yang berlari.
.
Saya analisis sedikit, org yg menghafal duduk alasannya karena dia lagi gak ngantuk, dan org yg menghafal berdiri karena dia ngantuk, berdiri itu hanya untuk menghilangkan rasa ngantuk nya.
.
Dan Kenapa ada yang menghafal berlari?
Ternyata yang berlari itu karena disuruh lari, dia kena hukuman karena belum hafal. Hahaha.
Anak pesantren diajarkan bahwa menghafal merupakan pintu masuk sebuah pengetahuan, slogan yang familiar di pesantren ialah terpaksa, terbiasa, luar biasa.
.
Sampai pernah ada kisah nyata dan asli ada anak pesantren yang hafal kitab pelajaran, ke kelas pun tidak memoawa buku pelajaran disebabkan sudah hafal, masyallah.
.
Jadi kesimpulannya menghafal merupakan pintu awal sebuah pengetahuan, dan orang-orang punya caranya masing-masing untuk menghafal.
.
Sekian dan jumpa lagi di episode selanjutnya.
.
"Terpaksa, terbiasa, jadi luar biasa"

Baca Juga : Makna Berkurban