Tips Mendaki

Tips Mendaki Gunung


Mendaki gunung perlu adanya persiapan yang matang, persiapan berpetualang harus lengkap jangan bermentalkan maju terus tanpa pertimbangan, kami pribadi pernah mendaki tanpa perlengkapan slepping bag yang akhirnya kedinginan di cadas, cadas adalah sebutan untuk daerah dibawah puncak yang beralas batu-batuan kira-kira begitu yang kami tahu, cari lagi ya cadas itu apa di mbah gogel...
Carilah motivasi apa yang kalian harus ucapkan dan renungkan kalau waktu mendaki kita lelah itu berguna sekali untuk tetap berfikir positif. Kadang pertanyaan dilontarkan begini..

kenapa Anda mendaki? Apa yang Anda cari dalam mendaki gunung? Iya kan.

Jawabnnya macam-macam, ada yang mau nurunkan berat badan, ada yang mau lihat view gunung, ada yang mau foto digunung. Tergantung persepsi orangnya masing-masing.

Tapi kami ada tanggapan untuk itu sih, kalau misalnya mau nurunkan berat badan, kenapa Anda harus mendaki gunung? Kan bisa dengan lari marathon saja, kalau misalnya mau lhat view saja kan bisa search di google, kalau misalnya mau foto di gunung kan bisa editing di photoshop. :D
Hhm apanya, kadang sih niat untuk mendaki gunung itu besar, tapi uang tidak cukup, sangat disayangkan sih, perlu adanya tabungan untuk liburan. Setiap hari sisihkan Rp.5000 di celengan ayam. Jika tidak bisa tabung Rp.4000, Jika tidak bisa tabung Rp.3000 jika masih blm bisa tabung saja sebisanya, bukan masalah berapa nilai rupiah tabungan, tapi yang Penting adalah Setiap HARI nya kita nabung. Simpel sih, itu adalah sebuah pengorbanan dan harga yang harus dibayar jika mau sekali liburan.

Izin dulu sama orang tua, jika orang tua tidak mengizinkan gimana? Pahamkan saja mereka bagaimana persiapan dan kematangan logistik dan fisik kalau kita memang layak untuk mendaki, orang tua tidak mengizinkan karena tidak paham apa yang dipahami oleh anaknya. Kalau misalnya belum juga mau mengizinkan, ya sudah. Berangkat... :D percaya gak? Kalau kita mendaki gunung kita akan merasa kecil di bumi ini, merasa tidak ada apa-apanya, tadabur alam penting sekali. Pengalaman mahal untuk didapat dan bisa bernilai jika dapat izin ortu ya.. :D
Kalau badan agak pusing atau mual, lekaslah berobat. Soalnya perjalanan kita berjam-jam saat berjalan menelusuri hutan. Kami pernah berjalan sampai 7 jam. Energi ekstra sangat dibutuhkan saat mendaki. Terus gimana kalau saat turun gunung? Biasanya lebih cepat.. kami turun gunung dari perjalanan itu hanya membutuhnya 2,5 jam. Dari awalnya naik 7 jam karena turunnya kami berlari.... :D

Frendship di utamakan sekali, periksa siapa yang pernah punya riwayat penyakit. Perisapkan obat-obatannya, agar apapun yang terjadi kita udah sedia payung sebelum hujan. Tidur yang cukup, tapi juga persiapkan fisik dengan lari 1 Km perhari, karena 3000 MDPL adalah ukuran rata-rata di Indonesia. Gunung apa yang ingin kalian daki?
Bawa juga orang yang pernah mendaki dan tau akses di rute pegunungan, jangan sesat jalan. Kan gak lucu kita ceritanya mau mendaki, bukan mau tersesat. Kalau di perjalanan kalian jumpai binatang-binatang biarkan saja dan jangan diganggu karena binatang tersebut hanya ingin lewat di jalan yang biasa dilaluinya. Kecuali babi tunggal ya, kalau itu kalian lari saja ke atas pohon... selamat lebih penting dari pada diam tak bergeming. Hehe...
Baiklah kita akan mulai membahas persiapan saat mendaki Ini adalah tips mendaki gunung menurut info yang telah didapat dan pengalaman pribadi kami :

1. Logistik
Logistik Berupa air dan makanan,  air bisa kalian bawa dengan jrigen dan diambil di gunung tempat mendaki, tanya orang-orang dan teman yang tau hal ini, dan makanan bisa seperti roti, mie instan. Kan nggak mungkin kita makan daun saat mendaki gunung. Hehe. Bawalah makanan dan minuman secukupnya, usahakan tidak jangan terlalu banyak karena berat dan jangan terlalu sedikit karena di atas gunung enggak ada indomaret, hehe,,, Kalau menurut pengalaman pribadi banyakkin bawa air ya, air bisa diambil di pos awal ataupun di kaki gunung, kemudian letakkan di tas, dan jangan di pegang pakai tangan sebab akses pendakian terjal dan rumit.
Bisa juga membeli bahan makanan saat mau mendaki, kami pernah beli di pasar dekat lokasi pendakian. Sekalian beli nasi bungkus satu porsi, dan lauk saja dipisahkan jika tidak mau repot masak. fisik harus kuat saat pendakian, kuatnya dengan apa? Dengan makan dan minuman. Gunanya logistik yang paling penting adalah air, kalian harus hemat air dan jangan mubazir karena saat di puncak jarang sekali menemukan aliran air, apalagi saat musim kemarau.

Biasanya di atas gunung ada kedai yang menjual gorengan, air mineral, roti dan makanan lainnya. Tapi harganya sedikit wajar mahal sebab sesuai dengan jarak dan lokasi pendakian yang curam. Tapi kalian gak akan lihat rumah makan disana, kalau mau buat ya silahkan... hehe. Kalau pengalaman kami gorengan satu bernilai Rp.3000 dan minuman berkisar Rp.10.000. terus jika ada yang minta persediaan kita gimana? Ya kasih aja kalau masih banyak namun jika tinggal sedikit coba jelaskan kembali kepada yang bersangkutan. Persaudaraan di atas gunung sangat solid itu ditandai dengan panggilan “pak” dan “buk” juga gurauan yang lucu abis.

2. Slepping bag
Gunanya adalah agar badan terasa hangat. Terus jika nggak ada slepping bag gimana kak? Ya cari saja sewa nya. Daripada membeli mending menyewa kan.. harga lebih murah dan gak perlu bawa dari rumah . kekurangan dari menyewa itu pembayaran dihitung perhari. Tapi kalau punya sendiri nggak perlumemperhatikan harga sewa nya, dan lebih santai rasanya saat ngecamp.
Tapi selama ini kami belum nemu ada sewa slepping bag, biasanya kami beli dan sepengtahuan kami hanya adanya sewa tenda aja. Terus kenapa kakak kasih tau seperti diatas? Ya mana tau kelak ada ya kan menyesuaikan waktu, apaan sih gak jelas... hehe

3. Obat p3k
Ini perlu sekali untuk yang punya riwayat penyakit seperti asma, jantung, maag, lambung dan lainnya. Sediakan obat pada pertolongan pertama. Tapi kalau sakit hati ditinggal si doi ya iklahs aja obatnya. Hehe. Obat bisa disediakan sebelum keberangkatan, jangan terlalu berharap orang lain membantu kita, kitalah yang harus memperhatikan diri kita sendiri, obat jangan lupa dibungkus plastik ya, kadang di puncak ada badai dan hujan.
Kalau kalian melupakan obat p3k berarti kalian melupakan kesehatan dan kehidupan baik kalian sendiri, mencegah lebih baik daripada mengobati, sedia payung sebelum hujan, kesehatan sangat mahal harganya, berapa banyak orang yang menginginkan sehat dan hidup dengan iayak diluar sana, maka bersyukurlah dengan menjaga kesehatan kalian. Sayangi badan dan lupakan mantan. Eh... :D kesehatan lebih diutamakan daripada sebuah keinginan yang semu, demi mendaki gunung dan menyepelekan kesehatan adalah perbuatan ceroboh, apakah kalian akan lebih menghargai kesehatan saat sudah sakit? Atau saat badan masih sehat? Itu sih pilihan kita , hehe

4. Pemandu
Pemandu biasanya dibayar dengan tarif yang berbeda-beda. Open trip dan komunitas lebih diutamakan. Atau jika kalian punya teman maka ajak aja teman kalian sebagai pemandu yang nggak perlu pengeluaran tarif, alias gratis... hehe tapi jangan kalian kasih tau mereka tentang hal ini ya, entar mereka minta tarif.. hehe
Sebenarnya sampai 12 tips nya namun untuk kesempatan kali ini kita bahas 4 dulu ya..

Baca Juga : Tips Mendaki Gunung Lanjutan